Sabtu, Juli 18, 2009

mata burung ( sebuah view )

mudahnya segala
tersulap cantik menjelma

tanpa meminta
terpulas kerling
satu dua kebingungan
terlambung seru
penuh pamrih lampu
melatar jingkrak
berputar segala jingkat
dalam tari dan
senyum penuh teknik
di antara lain
yang juga banyak
terinjak lunjak
dalam malas bertanda
berlarian tercecer
mabuk di keramaian
berhirupan
saripati hasrat dan kegilaan
setiap dahi
bertabrakan di jalan
kota merapal
muslihat
sebagai nada-nada
yang dengan sigap
seramai oh
melingkupi udara

dan kabur
pandang bertabur

di pusat gunjing
rebah tempo sekopian
menghambur
semai kisah-kisah
berantai penaklukan
berbaur deru
tak ragu mengecup
kedip sesaat awan
yang berubah
menjadi pula
kembali perang

dan kabur
pandang bertabur

baikkah mungkin
terkantuk saja serta
berayunan
dalam nyala cerita-cerita
karena saat lampu
padam temaram
tampaknya diam
tak jadi runyam
lagipula di genggam
bumi batu besar
pernahkah
sekali saja berbisik
cahaya
sebagai mulia pesona kata
sedalam jernih
penuh ingin semesta

kawanku, mataku, padaku
katakan bagaimana segalanya bermula

Kamis, Juli 16, 2009

rumah bahagia

pada kuncup jejak warna

setelah berabad jantung
berbilang kau tikam
akankah indah senyap
sunyi yang kau puja
mengingat harum dupa
kau lambung tak bersisa
seyakin apa kiranya
kau hilangkan lainnya

lihatlah seksama

saat nyalang merapat
mungkinkah sepoi terasa
girang bergigit dalam
kabut remang menebal
hingga ke sumsum rindu
tubuh raksasa pujaan
tempat insan piara
angan bebas kemana

maka
bertuntun hiduplah singgah
dalam rumah
bahagia
mengejar suara-suara

Rabu, Juli 08, 2009

KOTA NYALA KAU TANYALAH

kotak nyala kotanyalah
kota enyahlah rebah

kota nyala merah
kau tak enyahlah marah
kau tanyalah kilah
kau tak nyala gagah

kota nyala darah
kau tak enyahlah cegah
kau tanyalah gerah
kau tak nyala genah

kotak nyala kotanyalah
kota enyahlah pecah

Rabu, Juli 01, 2009

WAKTU,JARI,WAKTU

derrr

meski jari
hilang tiga
gitar ini
kumain juga

teng

menekan satu
terpetik dua
kujadi lagu
nada ceria

jet ceng

ketika lima
ada semua
cuma dapat
kumain empat

jreng

dua kiri
tinggal tersisa
namun tari
indahnya kutala

teng jreng jet
cing cing
teng jreng jet
derrr

FADJAR SUNGSANG SASAK CINTAAN

suluh jemari menyusun
kerdil tumbuh pohon
terselip padat terang
buah keinginan
dengan pengaruh
dalam jamuan

rimbun cintaan terkepung
terpaksa berubah indah
berhajat dalam lelap
pelan terbujuk
setengah mengutuk
diam berangguk

benarkah ini perang
sebab di sepi letusan
bergilir segala hilang
tanpa rencana
tanpa racun
tanpa pembunuhan

dan terlihat sejengkalan cuma
langit kian saja merapat
entah kenapa pula kini
hanya setinggi batu-batu..

nyanyian masih terdendang..sembarangan saja menghibur
selalu tentang manusia..namun tanpa cinta

Rabu, Juni 17, 2009

DIM

sekarat makna terpikat tanda
lahir sengau di pucuk randu
mengenal kau pahami kau
segala daya sahuti gema

Minggu, Juni 07, 2009

YANG DINGIN(dan sejak lama aneh)

menala warna lain semilir
terbujur saja kaku wajar
pengap penuh ulat gelisah
terbaring,putih,diam,lengang
dingin dan sejak lama aneh
di dahi segala acuh terpancang
membujuk mimpi erat berteman

kerinduan membuat cerita sendiri
pada jari yang tak berharap
geram mengeruk tanah basah
namun sepi-sepi saja semua
terpeluk muasal duka menahun
mengadu bingung kepada kantuk
dari mana tersembur kelalaian

gelap di sini sibuknya terantuk
pada jerat kendali jahat
melatar tetap tegak berdiri
dengan segala yang menyayangi
terlempar kenyal tak mampu gila
dari dulu memang selalu begitu
dan bukankah harus menurut saja..

harus bukan?
whuoiii

Kamis, Juni 04, 2009

SEPI TIPU TAPA PERTAPA

sepi tipu tapa pertapa
pilu hampa pinta pena
papa tampak rupa pertapa
papah tapa sampai tepi

sepi tipu tapa pertapa
dupa tepis tanpa lupa
simpan betapa sepat mimpi
patuh pertapa tempuh tapa

sepi tipu tapa pertapa
sapu siapa punya sapa
sepi tipu tapa pertapa
pertapa tipu tepi tapa

SENJA MINEUR

hutang jahat,tubuh membusuk
datang menjinjing mimpi-mimpi
yang harus lepas dan lunas
membubung di langit kecintaan
roh penghuni dinding penyesalan
seperti mata dari kegelapan
dalam titah tiada terbantah

abad yang terlanjur mengajak
segalanya geram berkaca sebagai
tetahunan yang terus terjaga
dalam ketakutan pun ketakutan

hutang jahat,tubuh membusuk
datang menjinjing mimpi-mimpi
mencacah habis semua tubuh
tergantung di tiap masa menghitam
melompat jelajah semua pintu
dan yang berkeringat yang luka
bersembunyi dalam hati dan keinginan
menjadi teror menjadi ledakan

mata-mata mambesar...sedang lubang begitu kecil
merayu setiap bilik...asyik berselidik

SASAK SETUMPUTAN

menyala

maka rela
bersoraklah dalam
seribu

satu gairah
biar datang
penuh lampu
menjinak
dahaga ratu

merunduk

hampar hendak
belulang
tengah pusaran

gelar setikar
andaipun tiada
ngerucut terkisah
mestikah
membadut berkilah

hancurkan

perahu muasal
istana
sesal berjangkar

tetua mungkin
bebal berpagut
dengan sungut
di carut
hati kalut

salam, salam salami
setapak habis
batas negeri



teruntuk:
sasakku, tanahku
dengan beribu keinginan, beribu keraguan

BABAD PINAK BURUNG

tetabuhan
anyir darah bau
aneh pasung segala
sorak,lebur,kecut
riak,dahak,diam
legam tulah menanti
kita,kalian,apalagi
maju kalau berani
terbelah di kancah ruah

lompat cempat lompat
bahkan sembarang boleh
jedalah jika tak sayang

keonaran
sekusut benang
tak berujud akhirnya
kita ada pula
kita ada di sana merah
bak garuda laiknya
tak jenuh jua bergagah

tegak tiang habis sudah
di mana kita ada gerah
amuk apa lagi
amuk saja kami tangan
kami yang ini keruwetan
jemu tuk berakhir tumbal
segala onar saja berpura

Sabtu, Mei 30, 2009

LAJU SEKILATAN

kota menjadi raja
dalam cermin luka
bola-bola cahaya

raja merapih
sudut menjadi
tren menjadi
lagu menjadi.....komersil

sembab membiak amarah
pada wujud girang
api yang bergoyang
dalam pengap rebah
gubuk-gubuk pemuja

dalam huru-hara
derap kaki temaram
menyerang perkampungan
kesakitan tertanam
di perut dan keinginan

kota terbakar
menjadi sudut
menjadi tren
menjadi lagu
menjadi.....kematian

PARAGRAF NOISE

melontar dahak,membal ke muka
angin jahannam nyelinap di geraham
rapih hasrat paksa melestari
namun kata berlari sendiri
sedang tubuh ini terbunuh dalam dongeng
orang menganggapku merdeka di kenyataan
hidup membanggakan pilihan
gembira di persimpangan
paragraf semakin berisik
tak mungkin bualkan cinta
lirikku dendam...menghamba keraguan

WORRIOPOLIS

tanda-tanda yang berkelakar
menuntun pinta kepada api
menjeratku dengan sengit
berlumpur di keniscayaan
pasrah kubenam rasa gelisah
di sepanjang tembok penghianatan
dalam kerumun yang sembab mencari
wajah dan sejarah mereka di sana

terlahir kembali dengan rasa jengah
tengadah melumut sisa kenangan
sangkar ini mulai berdusta
hingga kawan tak lagi sejalan
ketakberdayaan mengarak puncak
hapus jejak tak berbilang
sulur yang enggan memanjang
mengapur tubuhku penuh ludah

suara kecapi tak...seperti nyanyi
mengunci jalanku tuk...kembali

TENGADAH PIAS KARANG

ceruk liar
kendara tanpa rasa
melabrak dan koyak
telanjang lutung
dalam kidung

titik,koma
lalu kata
bayangkan tanya
yang menggila
kenyataan
ketaksadaran

acak melapak harmoni
tak padam menghunjam
dalam geletar
penuh kecil otak
sisipkan logika
lemah bertahta

asyik duri sajak cinta

asyik suka sajak cinta
gali gila gula impian

sementara wewangi
menguap di gravitasi
kau mistis
di atas khayalanku

menyecer jejak buyar
pada tiap patah laluan
tersembunyi pelik
merimbun sanksi-sanksi

duri duka sajak cinta
gali gila gula impian

segala genap sungguh
terpenjara buram cermin
aku keadaan
di seberang mimpimu

menderas tak henti
selalu kepada entah
di mana kau simpan
pecah pinak rinduku

duh

Minggu, Januari 25, 2009

ada yang berharap garis ini tak pernah ada...ada yang meminta semua ini berakhir saja..////sempadan asa.. tanah harapan/merawa raga..setiap jiran//tombak mengacak..silap ke tepi/nyeri terkuak..tak perduli////baiknya dimulai dengan luluh saja.. nyeri sebesar perasaan/biar berkaca..dendam segala batu////kebun apel..tiga saudara/kaki bukit..sepilin doa//tentang muasal..titipkan gema/kepada langit..pengikat segala////ada yang berharap garis ini tak pernah ada...menjadi nada alangkah indahnya.......

Rabu, Januari 14, 2009

senang melihat semua baik-baik saja..di tepi-tepi segalanya terbentang..menjadi terang,jelas dan tak pedulian..tanpa bias akan makna..tanpa prolog..tanpa ending..gablah segablah gablah.....

Selasa, Januari 13, 2009

kenyataan tak terdampar di tepian dongeng..sebab ia meluluh mimpi-mimpi..dan mimpi mengangkasa bersama tapa..jauhkan segalanya dari kenyataan..
KE SUE IDAP KU BERAJONG.....NDEK NE BUEQ JUAQ BELON PENGORONG....
I LOVE KOOFEE,KOOFEE LOVE ME,GIVE ME A CUP OF KOOFEE,AND I'LL GIVE YOU THE REAL KOOFEE