menala warna lain semilir
terbujur saja kaku wajar
pengap penuh ulat gelisah
terbaring,putih,diam,lengang
dingin dan sejak lama aneh
di dahi segala acuh terpancang
membujuk mimpi erat berteman
kerinduan membuat cerita sendiri
pada jari yang tak berharap
geram mengeruk tanah basah
namun sepi-sepi saja semua
terpeluk muasal duka menahun
mengadu bingung kepada kantuk
dari mana tersembur kelalaian
gelap di sini sibuknya terantuk
pada jerat kendali jahat
melatar tetap tegak berdiri
dengan segala yang menyayangi
terlempar kenyal tak mampu gila
dari dulu memang selalu begitu
dan bukankah harus menurut saja..
harus bukan?
whuoiii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar