pada kuncup jejak warna
setelah berabad jantung
berbilang kau tikam
akankah indah senyap
sunyi yang kau puja
mengingat harum dupa
kau lambung tak bersisa
seyakin apa kiranya
kau hilangkan lainnya
lihatlah seksama
saat nyalang merapat
mungkinkah sepoi terasa
girang bergigit dalam
kabut remang menebal
hingga ke sumsum rindu
tubuh raksasa pujaan
tempat insan piara
angan bebas kemana
maka
bertuntun hiduplah singgah
dalam rumah
bahagia
mengejar suara-suara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar