mudahnya segala
tersulap cantik menjelma
tanpa meminta
terpulas kerling
satu dua kebingungan
terlambung seru
penuh pamrih lampu
melatar jingkrak
berputar segala jingkat
dalam tari dan
senyum penuh teknik
di antara lain
yang juga banyak
terinjak lunjak
dalam malas bertanda
berlarian tercecer
mabuk di keramaian
berhirupan
saripati hasrat dan kegilaan
setiap dahi
bertabrakan di jalan
kota merapal
muslihat
sebagai nada-nada
yang dengan sigap
seramai oh
melingkupi udara
dan kabur
pandang bertabur
di pusat gunjing
rebah tempo sekopian
menghambur
semai kisah-kisah
berantai penaklukan
berbaur deru
tak ragu mengecup
kedip sesaat awan
yang berubah
menjadi pula
kembali perang
dan kabur
pandang bertabur
baikkah mungkin
terkantuk saja serta
berayunan
dalam nyala cerita-cerita
karena saat lampu
padam temaram
tampaknya diam
tak jadi runyam
lagipula di genggam
bumi batu besar
pernahkah
sekali saja berbisik
cahaya
sebagai mulia pesona kata
sedalam jernih
penuh ingin semesta
kawanku, mataku, padaku
katakan bagaimana segalanya bermula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar