suluh jemari menyusun
kerdil tumbuh pohon
terselip padat terang
buah keinginan
dengan pengaruh
dalam jamuan
rimbun cintaan terkepung
terpaksa berubah indah
berhajat dalam lelap
pelan terbujuk
setengah mengutuk
diam berangguk
benarkah ini perang
sebab di sepi letusan
bergilir segala hilang
tanpa rencana
tanpa racun
tanpa pembunuhan
dan terlihat sejengkalan cuma
langit kian saja merapat
entah kenapa pula kini
hanya setinggi batu-batu..
nyanyian masih terdendang..sembarangan saja menghibur
selalu tentang manusia..namun tanpa cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar