melontar dahak,membal ke muka
angin jahannam nyelinap di geraham
rapih hasrat paksa melestari
namun kata berlari sendiri
sedang tubuh ini terbunuh dalam dongeng
orang menganggapku merdeka di kenyataan
hidup membanggakan pilihan
gembira di persimpangan
paragraf semakin berisik
tak mungkin bualkan cinta
lirikku dendam...menghamba keraguan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar