Rabu, Juni 17, 2009

DIM

sekarat makna terpikat tanda
lahir sengau di pucuk randu
mengenal kau pahami kau
segala daya sahuti gema

Minggu, Juni 07, 2009

YANG DINGIN(dan sejak lama aneh)

menala warna lain semilir
terbujur saja kaku wajar
pengap penuh ulat gelisah
terbaring,putih,diam,lengang
dingin dan sejak lama aneh
di dahi segala acuh terpancang
membujuk mimpi erat berteman

kerinduan membuat cerita sendiri
pada jari yang tak berharap
geram mengeruk tanah basah
namun sepi-sepi saja semua
terpeluk muasal duka menahun
mengadu bingung kepada kantuk
dari mana tersembur kelalaian

gelap di sini sibuknya terantuk
pada jerat kendali jahat
melatar tetap tegak berdiri
dengan segala yang menyayangi
terlempar kenyal tak mampu gila
dari dulu memang selalu begitu
dan bukankah harus menurut saja..

harus bukan?
whuoiii

Kamis, Juni 04, 2009

SEPI TIPU TAPA PERTAPA

sepi tipu tapa pertapa
pilu hampa pinta pena
papa tampak rupa pertapa
papah tapa sampai tepi

sepi tipu tapa pertapa
dupa tepis tanpa lupa
simpan betapa sepat mimpi
patuh pertapa tempuh tapa

sepi tipu tapa pertapa
sapu siapa punya sapa
sepi tipu tapa pertapa
pertapa tipu tepi tapa

SENJA MINEUR

hutang jahat,tubuh membusuk
datang menjinjing mimpi-mimpi
yang harus lepas dan lunas
membubung di langit kecintaan
roh penghuni dinding penyesalan
seperti mata dari kegelapan
dalam titah tiada terbantah

abad yang terlanjur mengajak
segalanya geram berkaca sebagai
tetahunan yang terus terjaga
dalam ketakutan pun ketakutan

hutang jahat,tubuh membusuk
datang menjinjing mimpi-mimpi
mencacah habis semua tubuh
tergantung di tiap masa menghitam
melompat jelajah semua pintu
dan yang berkeringat yang luka
bersembunyi dalam hati dan keinginan
menjadi teror menjadi ledakan

mata-mata mambesar...sedang lubang begitu kecil
merayu setiap bilik...asyik berselidik

SASAK SETUMPUTAN

menyala

maka rela
bersoraklah dalam
seribu

satu gairah
biar datang
penuh lampu
menjinak
dahaga ratu

merunduk

hampar hendak
belulang
tengah pusaran

gelar setikar
andaipun tiada
ngerucut terkisah
mestikah
membadut berkilah

hancurkan

perahu muasal
istana
sesal berjangkar

tetua mungkin
bebal berpagut
dengan sungut
di carut
hati kalut

salam, salam salami
setapak habis
batas negeri



teruntuk:
sasakku, tanahku
dengan beribu keinginan, beribu keraguan

BABAD PINAK BURUNG

tetabuhan
anyir darah bau
aneh pasung segala
sorak,lebur,kecut
riak,dahak,diam
legam tulah menanti
kita,kalian,apalagi
maju kalau berani
terbelah di kancah ruah

lompat cempat lompat
bahkan sembarang boleh
jedalah jika tak sayang

keonaran
sekusut benang
tak berujud akhirnya
kita ada pula
kita ada di sana merah
bak garuda laiknya
tak jenuh jua bergagah

tegak tiang habis sudah
di mana kita ada gerah
amuk apa lagi
amuk saja kami tangan
kami yang ini keruwetan
jemu tuk berakhir tumbal
segala onar saja berpura
KE SUE IDAP KU BERAJONG.....NDEK NE BUEQ JUAQ BELON PENGORONG....
I LOVE KOOFEE,KOOFEE LOVE ME,GIVE ME A CUP OF KOOFEE,AND I'LL GIVE YOU THE REAL KOOFEE